Mata terbuka, telapak kaki pun melangkah. ya, si Cangkir itu mulai berdiri, dahulu kosong saat ini isi. butiran hitam yang seolah bergerombol menunggu si Jarang tertuang. besi-besi itu menari di dalam tubuh elok si cangkir. Harum wangimu bak gadis yang memekai kembang di pagi hari. sempurna sudah engkau dengan isi itu, tangan-tangan dan bibir mulai mencium dan menjilatimu wahai kopi cangkir.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment