Embun si Kopi Cangkir

Mata terbuka, telapak kaki pun melangkah. ya, si Cangkir itu mulai berdiri, dahulu kosong saat ini isi. butiran hitam yang seolah bergerombol menunggu si Jarang tertuang. besi-besi itu menari di dalam tubuh elok si cangkir. Harum wangimu bak gadis yang memekai kembang di pagi hari. sempurna sudah engkau dengan isi itu, tangan-tangan dan bibir mulai mencium dan menjilatimu wahai kopi cangkir.

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About